Jerman Dipermalukan Jepang di Piala Dunia 2022, Sule Diomeli

Niklas Sule tertunduk usai Jerman kalah dari Jepang di Piala Dunia 2022 (c) AP Photo/Ebrahim Noroozi

Tusbolin.com Pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick, mengomeli Niklas Sule usai kalah dari Jepang pada matchday ke-1 Grup E Piala Dunia 2022, Rabu (24/11/2022) malam WIB. Flick kesal karena Sule gagal membuat jebakan offside.

Jerman dipermalukan Jepang dengan skor 2-1 pada duel di Stadion Khalifa International. Padahal, Jamal Musiala dkk. mampu memimpin lebih dulu pada babak pertama lewat eksekusi penalti Ilkay Gundogan.

Namun demikian, Jepang mampu bangkit pada babak kedua. Menit 75′ Ritsu Doan mampu mengecoh kiper Jerman Manuel Neuer. Belum hilang rasa terkejut Der Panzer, Jepang malah berbalik memimpin 2-1 setelah Takuma Asano membobol gawang Neuer untuk kali kedua.

Ini merupakan kekalahan kedua beruntun Timnas Jerman di laga pembuka Piala Dunia. Sebelumnya, pada 2018, Der Panzer juga kalah dari Meksiko. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Sahabat Tusbolin.

Omeli Niklas Sule

Usai pertandingan, pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick, secara terang-terangan menyalahkan beberapa pemainnya, termasuk bek tengah Niklas Sule.

“Niklas hanya harus memperhatikan pergerakan pemain Jepang. Kami kebobolan karena dia terlambat naik, jadinya pemain Jepang tidak offside. Ini adalah kesalahan individu yang harus kami bayar hari ini,” kata Flick.

“Di babak pertama kami melewatkan banyak peluang. Jepang mengalahkan kami dalam hal efisiensi dan karena itu mencetak satu gol lagi. Kesalahan individu yang kami buat tidak boleh terjadi. Kami tahu Jepang cepat dalam transisi, dan itulah yang mereka lakukan lakukan hari ini.”

Jerman Salah Pergantian Pemain?

Selain itu, taktik pergantian pemain yang dilakukan Hansi Flick juga berperan banyak. Namun, ia membela keputusannya untuk melakukan sejumlah perubahan.

“Kami hanya ingin membawa energi segar. Thomas Muller sudah lama tidak bermain, jadi itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ini adalah kesalahan individu yang seharusnya tidak kami lakukan, tetapi kami melakukannya mereka. Itu sebabnya kami kalah.”

“Kami sangat kecewa. Bukan hanya saya, tetapi juga staf pelatih dan para pemain. Kami memiliki 78 persen penguasaan bola di babak pertama dan pantas memimpin. Dalam fase di mana kami unggul, kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, tapi kami tidak memanfaatkannya.”

Disadur dari Bola.com: Gregah Nurikhsani, 23 November 2022

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*